Workshop Food Styling and Photography - Talaga Sampireun

Workshop Food Styling and Photography yang dimotori oleh grup Jawara Makan dan Shoot & Food, kali ini di adakan di Resto Talaga Sampireun – Bintaro pada 12 Desember 2015. Dengan narasumber Bp. Puji Purnama dan mas Ully Zoelkarnain. Sebuah perpaduan antara  dua pembicara yang keren dan tempat yang asyik


Mengambil tempat indoor di sebelah telaga, tempat sudah di atur rapi saat peserta mulai berdatangan. Satu set studio lighting segede gaban sudah siap di depa dan narasumber sudah hadir. Di sudut kiri depan ada meja penuh properti foto.. cakep cakep? iyes..rupanya Dapur Hangus buka lapak juga di acara ini, mensupport acara dengan meminjamkan properti, dan boleh dibawa pulang kalau suka...tapi bayar dulu :)

Workshop ini diikuti oleh 50 peserta, panitianya mengatur tempat duduk berdasarkan urutan waktu transfer...dan saya duduk di kursi no 46...sesuatu banget! baris paling belakang itu.. salah sendiri ya daftar belakangan. Ini fair, bravo untuk panitia.

Acara dimulai pukul 10.00 diawali dengan pemaparan materi Food Styling oleh Bp. Puji Purnama, sang maestro Food Stylist Indonesia. Pembawaannya tenang namun sarat isi, sepadan dengan pengalamannya yang puluhan tahun di bidang ini. Berikut poin-poin yang berhasil saya rangkum untuk sesi pertama:

·        Inovasi – silakan berinovasi dalam styling tapi tetap perhatikan pakem, misal : gak cocoklah kalau nasi bakar garnishnya cherry
·         Lakukan hobby pendukung – misal gardening, penting nanem mint, blueberrry, tomat, cabe dll.. kalau toh gak berbuah gak masalah.. nanti buahnya beli nah daunnya kita bisa pakai dari koleksi tanaman kita...(keren nih ide)
·         Tools – pinset, gunting, sprayer, kumpulkan di satu tempat agar begitu dibutuhkan mudah mencarinya.
·         Lakukan set lighting terlebih dahulu sebelum pemotretan, pakai obyek dummy dulu jangan yang sebenarnya. Setelah semua ok, baru atur semua obyek di meja pemotretan. Misal, pemotretan es krim, gerakan menuang saus, kuah dll.
·         Untuk pemotretan komersil, wajib memakai tripod karena beda angle beda penataan, beda cahaya.
·         Tidak selalu harus ada garnish, tapi mainkan dimensi, warna dan lighting.
·         Perhatikan prosentase besarnya obyek dalam satu frame yang akan kita foto, lalu mainkan asesoris pendukungnya.
·         Biasakan membuat sketsa dan cerita dari foto kita sebelum eksekusi
·         Temukan tips dan triks untuk membuat cantik foto, misal daging iga, sebenarnya adalah daging pilihan yang kita tusukkan ke tulang dll.



Selanjutnya sesi kedua adalah materi Food Photography dimulai jam 11.00 oleh mas Ully Zoelkarnain. Dengan bahasa yang ringan mas Ully menjelaskan fotografi dari sudut pandang sains..fisika optika bok.. belajar lagi kita :). Menggabungkan kemampuan seni dari styling dan basic ilmu tentang fotografi sebagai sains bakal dasyat hasilnya. Bener banget ini, artinya kita gak bakal trial error kelamaan. So ini beberapa poin yang disampaikan..singkatnya aja yah


·         Foto adalah manipulasi cahaya, maka kita harus punya kemampuan mengontrol cahaya.
·         Unsur dalam cahaya ada 3, yaitu warna, kecerahan dan kontras
·         Yang perlu diperhatikan dari cahaya : ukuran sumber cahaya, pantulan dan bayangan yang dihasilkan dan sudut penyebaran yang dikeluarkan oleh sumber cahaya.
·         Yang terakhir ini teks book banget jadi bantu google aja kalau perlu penjelasan :). Dijelaskan tentang transmission, direct and angles bend, absorsion, management of reflection.. hmm
·         Sifat bayangan, makin dekat dengan sumber cahaya bayangan makin lembut dan sebaliknya.

Agak-agak pusing iya lah...tapi ini menarik, biasanya dalam workshop fotografi yang dijelaskan seputar segitiga Eksposure (ISO, shutter dan apperture), tapi mas Ully lebih memilih ke yang lebih dasar lagi. Sangat menarik dan merefresh pengetahuan banget...semoga banyak yang nempel di kepala :)

Singkatnya dengan memahami perilaku cahaya dan sifat-sifatnya kita bisa menghasilkan foto yang lebih berdimensi, tidak flat. Tahu kapan dan dimana kita memakai reflektor, diffuser atau blokker. Reflektor pun mesti dicoba antara kertas putih, sterefoam, lembaran silver atau cermin. Apalah artinya foto dengan styling cantik tapi cahayanya datar, gak ada permainan.

Oh ya, Mas Ully ternyata jarang memakai lensa 50mm, Beliau ebih memilih lensa tele. Untuk keperluan bokeh lebih memilih memainkan focal length, dengan bukaan minimal 5.6.


Selanjutnya acara praktek oleh pak Puji dan mas Ully, bagaimana proses kreatif menghasilkan foto. Mulai dan set lighting, styling sampai selesai. Jangan intip tools lightingnya deh...mupeeeng, katanya sih bisa sewa di oktagon.



Kemudian acara break untuk ishoma... makan siangnya enak, sambelnya pas banget!
Lalu tiba deh praktek peserta.. 50 orang dibagi 5 kelompok, tapi akhirnya yang ada praktek masing2 :)

Kebayang dong...acara indoor, diluar hujan dan mendung banget, jadi tidak sekedar remang-remang ini sih tapi gelap. Jadi antara berkorban speed dan ISO tanpa tripod ya inilah beberapa hasilnya.





Yang bikin salut, beberapa pesertanya adalah food photographer yang udah kesohor..ada mb Vania Samperuru, Yulyan Parwati, Tika Nilmada, Eliza Setiawan, Novida dll... bahagia banget ketemu mereka, akhirnya bisa kopdar dengan mereka yang begitu humble..


Acara ditutup jam 15.00. Acara tepat waktu, fasilitas pun oke....bravo sekali lagi buat panitia, mb Hanny dan mas Jeffry. Pinginnya sih ada lagi yang seperti ini, tapi dengan kelas yang lebih kecil..jadi sesi workshopnya lebih konsen.. kalau maunya ini pastinya berimbas ke biaya workshop ya..:)
Terima kasih pula ke Pak Puji dan mas Ully yang gak pelit ilmu...apa aja yang ditanyaain dijawab dengan serius.

Semoga bermanfaat.



henny marlina

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

No comments: