W'dank Bajigur

Karena kasihan melihat anak gadis usia SMA yang sering mengerjakan tugas sekolah sampai malam, saya selalu memastikan ada persedian kopi, teh atau, susu dan makanan kecil di rumah. Jadi kalau mata ini udah gak kuat lagi dia bisa bikin sendiri tanpa bangunin emaknya J. Anak saya hobby banget minuman berempah, sama seperti saya. Sepertinya ini kesukaan turunan keluarga kami.

Ingat benar, dulu saat kecil Nenek dan Ibu sering membuat wedang jahe, atau sirup pandan dan sereh yang bisa  disimpan lama. Dan sayangnya saya tidak cukup rajin untuk meneruskan tradisi itu…padahal sukaa, gimana dong?

Sampai beberapa pekan lalu, saat belanja bulanan di sebuah super market, ditawari tes rasa sebuah produk minuman oleh SPG…yang ditawarkan adalah BAJIGUR instan. Wow banget, bakalan gak pakai repot deh kalau ingin minuman berempah.



Sungguh terobosan Nutrifood ini patut di apresiasi, menghadirkan kekayaan tradisi dan kuliner Indonesia. NutriSari W’dank hadir untuk melestarikan minuman hangat tradisional Indonesia ke dalam bentuk yang praktis sehingga mudah dinikmati dimanapun dan kapanpun. Nutrisari W’dank terbuat dari rempah pilihan asli indonesia.

Menurut pakar pangan lokal dan ketahanan pangan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Prof. Dr. Ir. Murdiati Gardjito, tema dunia kini sedang beranjak ke local wisdom. “Segala sesuatu yang berbasis kearifan lokal kini sedang menjadi tren dunia. Semua orang, khususnya orang-orang Barat, memulai sesuatu dengan historinya. Begitu pula sejarah yang bisa dipetik dari minuman tradisonal. Sejarah menjadi penting, karena dengan mengetahui asal usulnya, orang punya kepastian tentang kualitas. Kualitas tersebut bisa berupa khasiat, manfaat bahkan kepercayaan,” ujar akademisi dan peneliti dari Fakultas Teknologi Pertanian UGM. *)

Prof. Murdiati mengatakan bahwa hampir setiap daerah memiliki minuman khas yang menjadi populer di masyarakat. Biasanya, minuman tradisonal ini terbagi atas kategori hangat dan dingin. Untuk minuman hangat, misalnya wedang ronde, wedang secang, wedang uwuh, bajigur, kopi tahlil, bandrek dan lainnya. Wedang dalam bahasa Jawa berarti air panas, sehinga wedang dikategorikan minuman penghangat badan. Sedangkan kategori minuman tradisonal dingin, antara lain es pisang ijo khasMakassar, es palu butung, es dawet atau es cendol, bir jawa, bir pletok, setup jambu, hingga es camcao. Ragam wedang dan minuman tradisional tersebut tentunya tidak hadir begitu saja dan tiba-tiba, namun juga memiliki kisah yang menyertainya. *)



Sebelum dilanjutkan.. saya mau tanya, ada gak yang belum tahu apa itu BAJIGUR?. Bisa jadi ada yang belum tahu, ini karena saking banyaknya minuman khas Indonesia di masing-masing daerah. Nah, ini definisi bajigur menurut Wikipedia :
Bajigur adalah minuman tradisional khas masyarakat Sunda dari daerah Jawa Barat, Indonesia. Bahan utamanya adalah gula aren dan santan. Untuk menambah kenikmatan dicampurkan pula sedikit jahe, garam, dan bubuk vanili.

Minuman yang disajikan hangat ini biasa dijajakan bersama Bandrek, kacang rebus, ubi rebus, klepon, dan lain sebagainya dalam satu gerobak. Dalam penyajiannya, kadangkala ditambah dengan sedikit kolang-kaling (atau biasa disebut cangkaleng dalam Bahasa Sunda) yang diiris tipis. Bajigur paling pas untuk dinikmati kala hujan ataupun cuaca dingin.

Seiring dengan perkembangan zaman, Bajigur dibuat dalam bentuk instan berupa bubuk yang tinggal diseduh menggunakan air hangat, tujuannya agar bisa dinikmati secara praktis kapanpun dan dimanapun tanpa harus repot-repot membuat Bajigur secara tradisional.

Dan, sekali lagi terimakasih kepada NutriSari W’dank yang telah meluncurkan produk bajigur dalam bentuk instan berupa bubuk yang tinggal diseduh menggunakan air panas/hangat, tujuannya agar bisa dinikmati secara praktis kapanpun dan dimanapun tanpa harus repot-repot membuat Bajigur secara tradisional.
tambahan kolang-kaling dan kelapa muda membuat W'dank Bajigur makin nikmat

Yuuk mari, seduh bajigurmu..seduh NutriSari W’dank mu !

----
*) = Pernyataan Prof. Murdiati diambil dari : http://kabaremagazine.com/2012/05/meneguk-nikmatnya-racikan-leluhur/


henny marlina

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

No comments: