Food Photographer Wanna Be

sarapan bread
snack time

Diantara pilihan mendalami food, landscape, fashion, atau wedding photography. Maka untuk ibu rumah tangga seperti saya kalau pada akhirnya memilih food photography itu bukan karena terpaksa.
Tapi lebih karena bidang itu yang paling dekat dan memungkinkan. Mengapa?
Saya suka masak, saya suka photography, saya tak perlu meninggalkan keluarga... dan yang lebih penting lagi saya gak perlu modal gede :)

Lalu, setelah sudah sedemikian banyaknya referensi tentang food photography mudah di dapat, untuk apa saya perlu menulis tentang ini.
Tulisan ini lebih kepada pengingat untuk diri saya... bahwa segala hal itu perlu melewati sebuah proses yang panjang, tidak instan, kedua untuk anak-anak saya, meski minat mereka berbeda, saya berharap mereka melihat bahwa ibunya memulai sebuah hobby bukan sedari mudanya..bahwa ibunya belajar..belajar dan belajar terus, ketiga terutama untuk ibu-ibu yang terdampar di halaman ini...semoga ini ada manfaatnya!.


"It is the photographer, not the camera, that is the instrument." ~ Ansel Adams.

Jadi bagaimana memulai menjadi seorang food photographer? Tentu saja punya kamera dan ada obyek berupa makanan.. lalu shoot, shoot and shoot. sesering mungkin. Kalau Anda masih bangga dengan hasil foto Anda 3 tahun lalu berarti foto Anda belum mengalami kemajuan... begitu yang pernah saya dengar dari seorang fotografer kenamaan di sebuah seminar yang saya hadiri.
Aah.. ya, melihat foto saya setahun lalu dua tahun lalu yang saya anggap cakeeep saat itu, sekarang melihatnya sambil geleng-geleng kepala.. menemukan banyak kesalahan dalam fot-foto itu.. Anggaplah ini sebuah kemajuan :)

So... ini flashback pengalaman saya tentang food photography...

1. Kenali dan kuasai kamera dan lensa.
2. Kuasai pencahayaan, komposisi dan style (lighting, composition, and styling)
3. Amati, tiru dan modifikasi foto-foto fotografer terkenal.. ikuti grup belajar foto di media sosial, jangan malu meminta feedback dari yang ahli.

Mengenali dan menguasai kamera dan lensa mau tidak mau berarti harus baca manualnya (*paling males kan ya? :)). Nah, alhamdulillah.. sekarang tidah harus baca, bisa nonton...banyak demo manual kamera di youtube.

Poin 2, ini yang turunannya banyak sekali.. buat saya malah ini kunci terpentingnya insya Allah kupasan poin 2 dari hasil ngumpulin referensi akan menyusul di posting serial

Amati, Tiru dan Modifikasi.. sering-sering ke web photographer terkenal, jalan-jalan di Pinterest, dan aktif lah di media sosial terutama FB dan IG.... jangan sedih yang gak bisa ikut workshop karena jauh atau mahal.. otodidak melalui semua media di atas sangat-sangatlah membantu.



indonesian foodie
Asinan Betawi

donat
Sarapan




henny marlina

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

2 comments:

Dian Rahayu said...

Foto2nya keren mba...
Salut deh jago masak sekaligus jago motret juga.
Salam kenal ya mba ;)

henny marlina said...

Mb @dian rahayu salaam kenal juga mbaa... masih belajar ini mba