Stay at Home Moms vs Working Moms

Moms face off in the ultimate debate about the best way to raise children. Working moms think they are setting a strong example for their kids. Stay-at-home moms think they are doing the most important job in the world. Dr. Phil steps in and fields the impassioned opinions of both sides. Diskusi pun berlanjut, dengan berbagai argumen masing-masing dari kubu "stay-at-home moms" vs "working moms", yang saya ikuti di Dr.Phil show di malam itu
* * *
"Aduuuh ada ide nggak sih?, teriak seorang sahabat lama di horn telepon ..."Aku merasa stagnan, anak baru satu, tapi kerjaan terasa nggak ada selesainya, otak terasa tumpul, susah banget buat mikirnya". Begitu keluh kesah derasnya."Gimana kamu yang ngurusin tiga anak plus suami tinggal di luar negeri tanpa pembantu pula?"...sambungnya lagi. "Mbak-mbak...boleh tanya nggak?..."Mbak belum bosen ya? tinggal di rumah terus ngurusin anak dan suami, padahal kalau milih kerja di luar bisa juga?"...Begitu bunyi email sahabat lain, yang punya rencana menikah. "Kalau aku sih nggak kebayang deh mbak...bisa nggak ya mbak ?" "Jadi kamu nggak nyambi kuliah juga di Belanda?...tulis teman yang lain lagi lewat sms.
* * *
Ehm...saya tidak tahu pasti, apa pertanyaan-pertanyaan mereka memang serius atau sekedar bercanda. Tapi yang jelas, saya melihat mereka (termasuk diskusi di talk show tadi) membuat sebuahdikotomi antara dua peran. Peran domestik, yang diwakili stay at home moms dan peran publik yang diwakili oleh working moms. Haruskah ada dikotomi? Bukankah sebenarnya dua peran tersebut adalah sesuatu yang inheren? Mungkin diperlukan sebuah pemaknaan yang jelas dalam rangka memastikan apakah suatu aktivitas tergolong kegiatan domestik atau publik. Selama ini pengertian domestik dan publik dikaitkan dengan cakupan orientasi atau tujuan. Kata domestik menggambarkan hal-hal yang terkait dengan rumah tangga/internal, sementara publik menggambarkan hal-hal yang terkait dengan masyarakat. Pertanyaannya adalah apakah pengertiannya juga dibatasi dimensi ruang dlam arti fisik? Bila iya, maka apapun yang dikerjakan di rumah, baik urusan rumah tangga ataupun masyarakat dapat disebut aktivitas domestik, dan sebaliknya. Dan bila domestik-publik tidak dibatasi dimensi ruang, maka peran domestik tidak selalu harus dilakukan di dalam rumah. Pemahaman ini memerlukan konsistensi agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam mensikapi aktivitas peran domestik dan publik. jadi bagaimana menurut anda?...pengertian mana yang tepat untuk membedakan peran domestik-publik? Tentunya mengandung suatu maksud tertentu ketika Allah menurunkan ayat "Waqorna fi buyutikunna...(dan tetaplah engkau di rumahmu)" (Al Ahzab : 33). Bukan berarti kita wanita tidak boleh keluar rumah...tetapi yang benar adalah menjadikan "rumah sebagai basis". Bayangkan...rumah sebagai basis...tempat berawal dan berakhirnya semua aktivitas. Dan ini tidak mudah karena dibutuhkan sebuah kecakapan dan kekuatan besar agar bisa mengalokasikan waktu untuk anak dan suami serta pada saat yang sama menunaikan kewajiban-kewajiban lainnya yang menyangkut urusan pribadi, rumah tangga maupun masyarakat. Pertanyaan selanjutnya mampukah saya...menjadikan rumah sebagai basis seluruh aktivitas? mampukah saya memanfaatkan dengan optimal teknologi komunikasi dan informasi yang semakin canggih? Sepertinya mau tidak mau saya harus mampu...dan alangkah membahagiakannya bila hal itu bisa terwujud?... Anda?...

henny marlina

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

No comments: