Menggurui

Bruuk...ada bunyi email masuk, sejenak kulihat siapa pengirmnya dan judulnya. Tiba-tiba aku jadi sangat tertarik, judulnya sederhana...Mengguru i dari si X. Rupanya dia lagi kesel sama seseorang yang dia anggap menggurui banget, karena berusaha menasehati dia. Ehm, dijawab nggak ya?...entar kalau dijawab, nanti giliran aku yang kena julukan menggurui...hehehe..* * *Malam itu aku lagi sibuk meng-googled...mengu bah-ubah kata kuncinya, sampai-sampai nggak sadar kalau ternyata suami lagi merhatiin layar komputerku juga. "ummi, lagi cari artikel apaan sih?". "Ehm, ini nih bi mo ngejawab email temen, lewat artikel aja biar kesannya nggak menggurui". Kataku sekenanya, tanpa melihat ke suami. "Aah, ini ada nih..bi, coba deh baca sebentar..bagus nggak bi artikel ini, tanyaku minta pendapatnya"."Menggurui?...ehm, kalau ada yang berniat menghapus secara resmi, Abi deh yang paling setuju kata itu hilang dari perbendaharaan bahasa kita". Kata suamiku tanpa sedikitpun dia berusaha ngeliat ke monitor. Ehm...mau tidak mau, aku memalingkan muka ke suamiku yang lagi asyik dengan bukunya. Iya juga yah...kenapa harus ada yang merasa digurui, kenapa harus ada yang merasa menggurui...bukankah nasehat menasehati memang sebuah keharusan?. Dan, malam itu kami terlibat perbincangan panjang soal itu...***Sambil mengingat-ingat perbincangan tadi malam aku mencoba menulis..betapa kosa kata menggurui memang tidak perlu ada. Pada saat keluar kata MENGGURUI berarti pada saat itu ada pihak yang sudah merasa cukup dengan ilmunya, cukup dengan pengetahuaanya, itu yang pertama. Ini akan melebar jikalau kita mau sedikit mengingat pesan Nabi yang mengatakan tuntutlah ilmu dari buaian sampai liang lahat...artinya tiada kata selesai dan cukup. Dan yang kedua...pada saat keluar kata MENGGURUI dan DIGURUI maka ada ketidaksejajaran antara penyampai dan penerima...satu pihak merasa lebih tinggi dibanding [pihak yang lainnya. Adakah hak kita untuk ini?...apakah hanya karena alasan umur, pangkat dan status sosial lalu serta merta kita merasa digurui, dan menganggap orang lain menggurui?

henny marlina

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

No comments: