Semoga betah

2 januari 2005
Kembali pagi ini saya menerima ucapan “semoga betah ya di sana!”, jangan lupa kirim-kirim kabar. Tentu saja tanpa berpikir panjang lagi saya meng-aminkan doa tersebut. Tapi setelah saya menerima beberapa ucapan senada entah lewat email, telepon ataupun lisan langsung, baru saya tersadar bahwa ada yang aneh dalam doa tersebut. Aneh?...ya betapa tidak, saya mau balik ke Indonesia negeri tercinta dan doa tersebut juga diucapkan oleh orang yang lahir dan besar di Indonesia… Tapi kesibukan mempersiapkan kepulangan membuat saya tidak sempat lagi membahas nya.

10 januari 2005
Pesawat yang saya tumpangi dari Amsterdam Schiphol baru saja mendarat di Bandara Kuala Lumpur, ada waktu 2 jam untuk transit dan berganti dengan pesawat lain menuju Surabaya. Hawa panas rupanya mulai mengganggu anak-anak. Mereka mulai rewel. Alhamdulillah Bandara KLIA berfasilitas sangat bagus, sehingga anak-anak tidak merasakan keanehan yang berlebihan selain karena kepanasan. Sejenak saya bisa beristirahat dan tiba-tiba teringat dengan doa teman-teman, “semoga betah ya!”...Ah ya, hawa panas tentu aja bisa bikin kita nggak betah karena sudah terbiasa hidup di Belanda dengan hawa dinginnya, apalagi ini masih musim dingin, sehingga perbedaan suhunya tentu nanti akan sangat membuat repot saya dan anak-anak. Semoga betah...

20 Januari 2005
“Saya akan memberikan antibiotik untuk anak anda”..begitu kata dokter saat saya harus membawa Hilya yang beberapa hari diare. “Antibiotik?”...semudah itu diberikan?. Tak urung hal ini membuat saya meminta argumen dokter.. Dan obat tanpa print out penjelasan pemakaian, indikasi/kontra indikasi dll harus saya minumkan ke anak saya...ehm, mikir-mikir dulu deh.. Ah, semoga betah....

10 Pebruari 2005 Pagi ini harus pergi ke bank, begitu masuk orang begitu banyaknya dengan antrian yang melingkar-lingkar...kenapa nggak pakai nomor aja ya seperti di Belanda?. Ah, iya...semoga betah...

20 Maret 2005
“Ummi enakan tinggal disini daripada di Belanda...mbak Husna bisa main di luar, nggak perlu pakai jaket nggal perlu buru-buru”...begitu komentar Husna pagi tadi. Hilya dan Hanif pun kelihatannya senada dengan kakaknya. Alhamdulillah doa orang-orang terkabul

10 April 2005 Baru lima hari ini pindahan lagi... dari Malang ke Bogor, kota yang belum pernah kudatangi. Ehm, Enak mana ya daripada Malang....daripada Belanda?. Ternyata betah ada di dalam rasa, tak mesti kita ada di negeri atau kota berfasilitas lengkap dan penuh kemudahan. Tapi dimanapun kita berada mesti pandai-pandai mengatur rasa...

henny marlina

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

1 comment:

Anonymous said...

Semoga BETAH