Resiko

"Namun bagi saya, lebih baik melakukan sesuatu meskipun beresiko dibanding tidak melakukan sesuatu". Demikian kaliamt sederhana yang diucapkan oleh bekas orang nomor satu di sebuah partai dakwah.

Ah ya benar sekali...ketika mencoba untuk berbuat sesuatu, kemudian terus dimaki-maki dan diomongin orang, bukankah itu sebuah resiko?...Orang akan sering tidak obyektif melihatnya. Padahal yang memaki-maki, mungkin tidak pernah berbuat apa-apa, meski orang melihatnya sebagai sosok yang bersih.

Jika semua orang berfikir resiko, maka mungkin banyak orang baik yang tidak akan mau menjadi Presiden, atau Anggota Legislatif; sebab masih dilantik saja, sudah banyak yang mendemo. Memposisikan diri pada posisi ini, memang sering dinilai orang sebagai pihak yang bersalah. Lain jika kita menjadi pengamat. Menjadi pengamat, hanyalah mengeluarkan komentar-komentar tanpa melakukan apapun. Tentu semua orang melihatnya sebagai sesuatu yang baik karena memang ia tidak pernah berbuat.

Jika kita takut resiko sebelum melakukan apapun, maka sebenarnya kita tidak pernah akan menjadi pelaku selamanya. Namun bagi saya, lebih baik melakukan sesuatu meskipun beresiko dibanding tidak melakukan sesuatu. Karena hakekatnya setiap pilihan itu mempunyai resiko dan keuntungan. Yang penting kita berfikir mendalam sebelum mengambil keputusan. Dan ketika keputusan itu kita ambil,maka kita harus siap menghadapi resiko.

siap terima resiko?....

henny marlina

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

No comments: